Jumat, 03 Mei 2013

Teori Organisasi Umum 2


Tambahan  Materi!

Permasalahan Ekonomi

Secara umum ada dua buah teori umum yang mencoba untuk menjelaskan permasalahan yang ada dalam ekonomi, yaitu pokok masalah ekonomi secara klasik dan modern.

·         Pokok Masalah Ekonomi Klasik

Masalah ekonomi klasik adalah ekonomi yang dilihat dari sudut pandang sederhana. Pada dasarnya pemikiran ini bertujuan pada satu hal, yaitu kemakmuran. Pemecahan masalah ini adalah dengan melakukan apapun yang dianggap perlu agar kemakmuran dpat dicapai. Yang disebut sebagai kemakmuran adalah situasi dimana semua barang dan jasa yang dibutuhkan manusia telah tersedia. Apabila dirincikan masalah ekonomi klasik dilihat dari segi produksi, distibusi, dan konsumsi.

a.       Masalah Produksi
Permasalahan produksi adalah permasalahan bagaimana memproduksi semua benda (barang dan jasa) yang dibutuhkan masyarakat banyak.

b.      Masalah distribusi
Masalah distribusi terletak pada bagaimana supaya benda-benda pemuas kebutuhan bisa sampai ke tangan konsusmen yang membutuhkannya.

c.       Masalah Konsumsi
Masalah konsumsi menyangkut  masalah apakah benda pemuas kebutuahan yang diproduksi memang benda  yang dapat dimiliki oleh konsumen. Barang  yang diproduksi haruslah barang yang tepat, yaitu barang yang memang dibutuhkan, diinginkan, dan mampu dibeli oleh konsumen.


·         Pokok Masalah Ekonomi Modern

Pokok permaslaaan ekonomi modern terangkum dalam dua kata kunci, kelangkaan dan pilihan. Yang pertama menjadi penyebab yang kedua sehingga muncul empat pertanyaan mendasar tentang what, how, who, dan for whom tersebut. Walaupun setiap masyarakat menghadapi pertanyaan yang sama, namun cara mengatasinya berbeda. Perbedaan cara ini lah yang melahirkan sejumlah sistem ekonomi.



a.              Apa (What)
Barang dan jasa apa saja yang akan  diproduksi dan dalam jumlah besar, harus ditentukan.  
b.              Bagaimana (How)
Dengan cara bagamana proses produksi akan dilakukan? Apakah akan mendatangkan keuntungan yang besar?
Pertanyaan-pertanyaan seperti itu harus dijawab dengan bijaksana. Salah melakukan produksi akan berakibat pada kerugiaa, Kelebihan atau kekurangan produksi juga dapat menimbulkan kerugian, karena aktivitas produksi membutuhkan biaya.
Dengan cara bagaimana (who) proses produksi akan dilakukan? Maksudnya adalah siapa yang akan melaksanakan, menggunakan sumber daya  apa saaja, dengan teknologi apa barang-barang tersebut dihasilkan, dan seberapa besar skala produksinya. Hai ini dibutuhkan dalam  rangka penyesuaian perkembangan zaman.
c.               Siapa pelalu Produksi (Who)
Di zaman modern,  banyak pihak yang bisa melakukan produksi seperti, pemerintah, swasta, atau koperasi. Inilah salah satu modernisasi, yaitu spesialisasi. Spesialisasi berarti setiap pihak memiliki keterampilan dan keahlian khusus  yang tidak dimiliki pihak lain.
d.              Untuk siapa (For Whom)
Untuk siapa (for whom) barang di produksi apakah untuk segmen pasar tertentu, atau  masyarakat umum.



Masalah Ekonomi Indonesia

 

Indonesia merupakan negara yang kaya. Namun harus diakui bahwa masih banyak sumber daya milik Indonesia yang belum dimanfaatkan secara maksimal atau bahkan malah justru pihak asing yang berhasil mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia. Hal tersebut merupakan salah satu masalah ekonomi Indonesia. Berikut ini adalah beberapa masalah ekonomi Indonesia yang lain:

1. PENGANGGURAN
Ini merupakan masalah klasik yang belum juga terselesaikan secara tuntas. Dari tahun ke tahun jumlah pengangguran di Indoensia semakin bertambah. Upaya pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja belum bisa menyelesaikan masalah ini.

2. EKONOMI BIAYA TINGGI
Ini juga merupakan masalah klasik di dunia industri. Ada banyak hal yang menyebabkan biaya produksi menjadi tinggi. Diantaranya adalah pungutan liar / pungli yang tidak hanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi namun tidak jarang dilakukan secara terbuka

3. REGULASI EKONOMI
Beberapa kali pemerintah mengeluarkan keputusan mengenai regulasi ekonomi yang dianggap tidak tepat bagi kondisi perekonomian Indonesia. Contohnya adalah keputusan pemerintah untuk masuk dalam anggota CAFTA yang sekarang ini mengakibatkan membanjirnya produk China di Indonesia sehingga membuat produk lokal kepayahan di pasar sendiri

4. KELANGKAAN BAHAN POKOK
Operasi pasar yang sering dilakukan pemerintah disaat harga bahan pokok mulai beranjak naik bisa dipastikan tidak membantu menyelesaikan masalah ini. Kelangkaan bahan pokok memang merupakan masalah yang sangat sering terjadi di wilayah luar jawa karena alasan teknis seperti transportasi. Namun menjelang puasa, lebaran, dan natal bisa dipastikan wilayah jawa juga mengalami masalah yang sama


5. TINGGINYA SUKU BUNGA PERBANKAN
Suku bunga merupakan salah satu indikator sehat / tidaknya kondisi perekonomian Indonesia. Suku bunga yang terlalu tinggi ataupun yang terlalu rendah akan sangat mempengaruhi perekonomian.



6. TINGGINYA NILAI INFLASI
Nilai inflasi akan sangat berpengaruh bagi kondisi perekonomian suatu negara, termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri nilai inflasi tergolong tinggi sehingga banyak masalah ekonomi susulan yang terjadi karena inflasi ini. Selain itu, inflasi di Indonesia sangat 'sensitif' mudah sekali naik. Misalnya  walaupun hanya dipengaruhi oleh tingginya harga cabai rawit beberapa waktu yang lalu






Teori Organisasi Umum 2



Masalah Ekonomi

Resume!

          Masalah ekonomi tersebut tidak akan pernah ada habisnya, kenapa? Karena didalam setiap masalah ekonomi pasti terdapat masalah lainnya, setelah menyelesaikan masalah yang satu, pasti masalah yang lain akan muncul. Masalah ekonomi harus ditangain dengan sangat hati-hati karena masalah ekonomi sangat rumit dan banyak.

         Sebenarnya masalah ekonomi bukan hanya sebuah masalah yang harus diatasi oleh pakar ekonomi saja. Masalah ekonomi ini adalah sebuah masalah yang harus dicari solusinya secara bersama.

Selasa, 02 April 2013

ekonomi


Faras Adztia
2ka16
12111697

EKONOMI

Pengertian ekonomi
Kata ekonomi berasal dari bahasa Yunani, yaitu οἶκος (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan νόμος (nomos) yang berarti “peraturan, aturan, hukum”.  Jadi pengertian ekonomi pada dasarnya adalah ilmu yang mengatur rumah tangga. Ekonomi itu sendiri adalah sebuah ilmu yang mempelajari bagaimana manusia mencukupi kebutuhannya hidupnya seperti produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Ekonomi juga dikategorikan sebagai Ilmu Sosial. Karena terkait dengan masalah manusia yang menjadi pokok bahasan dalam kajian ilmu sosial.
Ilmu ekonomi dapat dikelompokkan dalam tiga cabang ilmu yaitu sebagai berikut :
1.       Ekonomi deskriptif yaitu cabang ilmu ekonomi yang mengumpulkan dan menggambarkan berbagai data dan fakta ekonomi tertentu.
2.       Teori ekonomi yaitu cabang ilmu ekonomi yang menganalisis berbagai fakta ekonomi sehingga diperoleh kesimpulan, generalisasi, hokum atau dalil-dalil tertentu.
Teori ekonomi dapat dibedakan pula berdasarkan ruang lingkupnya yaitu sebagai berikut :
·         Teori ekonomi mikro yaitu teori yang menganalisis bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian suatu negara.
·         Teori ekonomi makro yaitu teori yang menganalisis keseluruhan kegiatan perekonomian suatu negara atau besaran ekonomi.
3.       Ekonomi terapan disebut juga “teori kebijakan ekonomi” yaitu cabang ilmu ekonomi yang menganalisis kebijakan yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi.

Beberapa faktor yang mempengaruhi sehingga jumlah kebutuhan seseorang berbeda dengan jumlah kebutuhan orang lain:
·         Faktor ekonomi
·         Faktor ligkungan sosial budaya
·         Faktor fisik
·         Faktor pendidikan


Istilah Dalam Pengertian Ekonomi

Di dalam pengertian ekonomi, terdapat beberapa istilah mendasar yang banyak digunakan dalam kajian ekonomi. Beberapa istilah tersebut di antaranya adalah :
- Azas Ekonomi, adalah dasar-dasar yang digunakan dalam pengambilan keputusan dan kebijakan terkait sektor perekonomian
- Faktor Produksi, di dalam aktivitas ekonomi, terdapat beberapa hal yang menjadi dasar dalam kegiatan ekonomi tersebut.
- Prinsip ekonomi, ini merupakan dasar manusia dalam melakukan aktivitas ekonomi, yaitu dengan modal yang minimal menghasilkan keuntungan optimal.
- Sistem ekonomi, adalah sebuah sistem yang dianut oleh sebuah negara dalam menentukan kebijakan perekonomian dalam sebuah negara. Seperti ekonomi liberal, ekonomi sosial dan sistem ekonomi demokrasi.

Barang ekonomi
Barang ekonomi dibedakan menjadi 2, yaitu :
Ø  Barang Konsumsi, barang yang jika digunakan akan abis.
Contoh : makanan, pakaian, sepeda motor.
Ø  Barang Modal, barang yang jika dibeli akan menghasilkan produk lain.
Contoh : mesin, peralatan bengkel.

Sumber daya ekonomi
Sumber daya atau factor-faktor produksi yaitu:
·         SDA (Sumber Daya Alam) contoh : Tanah, tumbuhan, hewan.
·         SDM (Sumber Daya Manusia)
·         Sumber Daya Modal
·         Sumber Daya Enterpremier (Kewirausahaan)

Jenis-jenis Ekonomi
a. Produksi
Produksi adalah setiap kegiatan yang ditujukan untuk menghasilkan barang dan jasa. Dalam pengertian yang lebih luas, produksi didefinisikan sebagai setiap tindakan yang ditujukan untuk menciptakan atau menambah ‘nilai’ guna suatu barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia.

b. Distribusi
Pada dasarnya perdagangan merupakan kegiatan distribusi karena distribusi merupakan kegiatan utama dala sebuah sistem perdagangan. Dalam pelaksanaan distribusi terdapat beberapa badan yang berhubungan langsung.

c. Konsumsi
Konsumsi ialah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan faedah suatu benda (barang dan jasa) dalam rangka pemenuhan kebutuhan.


Prinsip-prinsip dasar ekonomi

                Yang dimaksud prinsip dasar ekonomi adalah sebuah patokan prilaku pelaku ekonomi dalam perekonomian yang mengarahkan untuk bertindak dan berkesesuaian dengan apa yang diharapkan oleh pelaku ekonomi tersebut dalam mengambil keputusan.


Masalah-masalah ekonomi dan kebijakan pemerintah

1.       Kemiskinan
Kemiskinan dapat ditimbulkan oleh dua hal, berikut :
a.       Kemiskinan yang bersifat alamiah/kulture yaitu kemiskinan yang disebabkan karena suatu negara memang sudah miskin secara alamiah. Penyebab kemiskinan yang bersifat alamiah ini adalah lingkaran yang tidak berwujud pangkal/lingkaran perangkap kemiskinan (the vicious circles).
b.      Kemiskinan struktural yaitu kemiskinan yang terjadi karena struktur sosial masyarakat tidak memungkinkan mereka ikut memberdayakan sumber-sumber pendapatan yang sebenarnya tersedia bagi mereka.
2.       Pengangguran
Untuk mengatasi pengangguran yang kian bertambah, kebijakan pembangunan umum yang bisa ditempuh diantaranya :
a.       Membuka lapangan kerja baru
b.      Pemerintah perlu menetapkan kebijakan pembangunan ekonomi
c.       Melarang investor dalam negeri melakukan investasi ke luar negeri
d.      Pemerintah perlu membersihkan inefisiensi ekonomi
3.       Inflasi
Inflasi merupakan kenaikkan harga-harga secara umum atau turunnya nilai mata uang. Untuk negara yang pereonomiannya tergantung pada perdagangan intenasional, inflasi yang terjadi akan berpengaruh besar terhadap produksi maupun ekspor dan impor.
Kebijaksanaan yang dapat dilakukan dalam mengatasi inflasi :
a.       Kebijakan moneter
Cara-cara mengatasi inflasi dengan kebijakan moneter, misalnya menaikkan cash ratio, politik pasar terbuka, menaikkan tingkat bunga bank.
b.      Kebijakan fiskal
Ada tiga aspek dari kebijakan fiskal, yaitu penurunan pengeluaran pemerintah, menaikkan pajak, dan mengadakan pinjaman pemerintah.



4.       Pertumbuhan Penduduk Yang Tinggi
Pertumbuhan penduduk yang tinggi berkiatan erat dengan kemiskinan, negara miskin pada umumnya menghadapi masalah pengeluaran investasi yang rendah. Akibatnya laju pertumbuhan produksi akan rendah. Keadaan ini akan semakin diperparah dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi. Padahal kenaikkan pendapatan per kapita hanya akan terjadi apabila laju pertumbuhan penduduk lebih rendah dari laju pertumbuhan produksi.

5.       Pemerataan Pendapatan
Masalah distribusi pendapatan berarti sekalgus berbicara mengenai pembangunan ekonomi, karena terdapat hubungan timbal balik antara keduanya dengan tidak dapat dipisahkan. Pembangunan ekonomi bisa saja memperburuk distribusi pendapatan menjadi semakin timpang. Jika perencanaan pendapatan tidak tepat dan menyeluruh. Akan tetapi distribusi pendapatan yang baik bisa membantu suksesnya pembangunan ekonomi, karena dengan idealnya sistem distribusi pendapatan hasil-hasil pembanguan dapat dinikmati secara menyeluruh.


Sumber :